Kenali Lebih Jauh Tentang Auto Imun

By idarahman.com - January 19, 2021

 



Saat ini ramai terdengar tentang auto imun, hal itu tidak lain karena beberapa artis yang mengalami penyakitnya. Lalu apa sih sebenarnya penyakit auto imun itu, mengapa penyakit ini semakin sering timbul saat ini.

Bahkan sejak rencana vaksinasi covid 19, orang dengan auto imun menjadi kelompok yang tidak dianjurkan untuk menerima vaksin. Karena keadaan sistem imunnya yang mengalami masalah dan vaksinasi hanya akan membuat semakin parah keadaan.

Imunitas menjadi hal yang penting untuk menjaga tubuh seseorang selalu dalam keadaan sehat. Dengan imunitas yang baik maka tubuh dapat mengenal segala bahaya yang datang sehingga dapat melawan serta dimusnahkan.

Dalam keadaan normal imunitas tubuh dapat mengenal mana antigen yang berasal dari tubuh sendiri sehingga tidak dihancurkan. Lalu dapat mengenal antigen asing yang berasal sari luar tubuh yang akan dimusnahkan.

Sayangnya pada orang dengan auto imun, sistem imun salah mengenali antigen yang berasal dari tubuh sendiri, sehingga dilakukan perlawanan bahkan berusaha dihancurkan. Ini akan menimbulkan kerusakaan pada organ tersebut.

Hingga saat ini belum ada kepastian penyebab auto imun. Tetapi ada beberapa teori yang digunakan untuk menjelaskan sebab terjadinya auto imun.



 

Penyebab outo imun 

1. Defisiensi imun

Adanya penurunan sistem imun pada orang dengan keadaan tertentu membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk dapat membedakan antigen yang berasal dari tubuh dengan antigen yang berasal dari luar.

Situasi ini dapat dialami pada orang usia lanjut, orang yang mengalami penyakit imunodefiensi seperti HIV. Serta pada orang dengan penyakit kronis dimana tubuhnya telah terlalu lama bertempur melawan bibit penyakit seperti pada pasien TBC.

2. Reaksi silang dengan micoorganisme

Berbagai virus dan bakteri yang ada di sekitar kita selalu berusaha untuk menyerang imunitas tubuh agar dapat hidup dan berkembang dalam tubuh sehingga kita menjadi sakit. Oleh sebab itu sistem imun bekerja mencegah hal ini terjadi.

Kadang saat proses “pertempuran yang terjadi” timbul reaksi sialang antar antigen asing dan antigen dari dalam tubuh sendiri. Sehingga sistem imun tubuh salah dalam mengenali antigen yang harus dilawan, membuat tubuh mengalami serangan yang tidak seharusnya.

3. Infeksi virus

Virus sebagai organisme yang mudah sekali bermutasi untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. Bahkan virus memiliki kemampuan untuk menginfeksi lebih jauh ke dalam sistem pertahanan tubuh yaitu sistem limfatik.

Hal ini akan mengganggu sel limfosit yang bertugas untuk melawan antigen asing yang masuk. Sehingga limfosit yang ada dalam saluran limfatik akan terganggu fungsinya dan menyebabkan tubuh tidak dapat mengenali antigen dari dalam tubuh dengan antigen asing.

4. Antibody skunder karena kerusakkan jaringan tubuh

Pada saat tubuh mengalami kerusakkan organ yang parah maka akan melepaskan antigen ke dalam tubuh berupa molekul-molekul protein. Misalnya pada keadaan serangan jantung atau pada kerusakan liver yang luas.

Ini akan terdeteksi oleh sistem imun tubuh sebagai sebuah antigen asing yang harus di musnahkan. Sehingga akan menyerang organ yang mengalami gangguan tersebut. Ini akan sangat mambahayakan.

Jenis auto imun

1. Sfesifik dari organ tertentu

Jenis auto imun yang satu ini hanya spesifik pada satu atau beberapa organ tertentu dalam tubuh. Tidak menyerang ke seluruh tubuh. Dapat mengakibatkan kerusakan organ yang terkena. Contoh dari jenis ini seperti

Tirioditis Hasimoto menyerang kelenjar Tiroid

Miastemia Gravis menyerang otot

Gastritis atopik auto imun menyerang lambung

Oftalmia simpatis menyerang mata

Sirosis bilier primer menyerang saluran empedu

Psoriasis menyerang kulit


2. Non organo spesifik

Ini adalah jenis auto imun yang tersebar ke seluruh tubuh. Reaksi terjadi pada seluruh bagian tubuh tidak spesifik pada satu organ tertentu saja. tentu saja akan lebih banyak gejala dan komplikasi yang dialami.

Contoh dari aouto imun jenis ini adalah 

SLE atau Sistemik Lupus Eritematosus atau lupus

Artritis Reumatoid atau radang sendi



Gejala auto imun

Dari penjelasan di atas maka sudah jelaslah bahwa auto imun dapat menyerang seluruh bagian tubuh. Sehingga gejala yang ditimbulkan pun tergantung organ mana yang terkena. Di antara gejala yang sering ditemukan seperti :
Demam ringan
Kulit kering
Pengelihatan buram
Nyeri otot
Kembung dan mual bahkan hingga perut terasa melilit
Dan berbagai gejala lainnya. 

Penanganan auto imun

Umumnya penanganan yang dilakukan adalah menghilangkan keluhan yang timbul. Tentu saja berdasarkan organ mana yang terkena maka gejala yang muncul akan diredakan dengan obat yang sesuai.

Untuk mengatasi imunitas yang berlebihan maka harus dilakukan “penekanan” fungsi zat imun tadi, obat yang biasanya digunakan adalah zat yang bersifat imuno supresor. Tetapi ini akan menimbulkan komplikasi lainnya.

Tubuh menjadi rentan terhadap serangan antigen asing karena kelemahan fungsi pasukan yang bertugas untuk melindunginya. Risiko penyakit lain mudah menyerang menjadi hal yang harus dipertimbangkan.

Penganan yang tetap adalah menggunakan zat yang mampu mendidik sistem imun sehingga dapat mengembalikan fungsi sistem imun yang normal. Mampu mengenali antigen tubuh dan antigen asing.

Ini akan membuat tubuh kembali sehat dan terhindar dari bahaya yang mungkin timbul akibat infeksi dari virus dan kuman yang ada di sekitar kita. Kamu yang saat ini menjadi pasien auto imun jangan bersedih masih ada harapan untuk sembuh.

Tetap semangat, Salam sehat.

Informasi lebih lanjut bisa  klik  http://bit.ly/IdaRahman  atau http://bit.ly/Ida_Rahman



  • Share:

You Might Also Like

5 komentar