Sepeda dan Corona

By idarahman.com - July 03, 2020



Sempat beredar kabar, meskipun akhirnya dibantah bahwa sepeda akan dikenakan pajak. Ini sebagai dampak meningkanya minat masyarakat untuk bersepeda dalam mengisi waktu luang maupun untuk beraktivitas sehari-hari. 
Sepeda menjadi kegiatan olah raga yang digemari saat pandemi ini. Bukan tanpa alasan memilih sepeda di antara berbagai jenis olah raga lainnya. Berbagi manfaat bisa didapatkan dengan aktivitas sepeda rutin.
Sepeda kendaraan roda dua tanpa mesin, ternyata memiliki kelebihan tersendiri. Terutama saat wabah Corona yang masih terus ada disekitar kita. Lalu apa hubungannya Sepeda dan Corona? Berikut penjelasannya.

1. Kesehatan tubuh
Bersepeda merupakan aktivitas fisik yang memerlukan tenaga. Saat anda bersepeda semua sistem dalam tubuh ikut bekerja. Aktifitas dengan sepeda tergolong olah raga cardio vaskuler. Olah raga yang melatih jantung dan pembuluh darah.
Saat mengayuh sepeda jantung dan paru-paru akan bekerja maksimal, untuk mencukupi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi lainnya. Otot jantung akan terlatih, sehingga dapat berfungsi baik memompakan darah ke seluruh tubuh.
Pada saat bersepeda persendian pada bagian lengan dan tungkai akan bergerak. Hal ini bisa mengurangi keluhan pada sendi siku, lutut, serta pergelangan tangan dan kaki. Ini dapat mengurang kekakuan yang menjadi penyebab nyeri sendi.
Otot yang berperan saat mengayuh sepeda sangat banyak. Bukan hanya otot kaki tetapi hampir seluruh otot pada tubuh. Hal ini akan membuat otot terlatih, serta terbentuk dengan baik. Keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh, juga akan terlatih.
Hasilnya tubuh yang sehat dan indah akan anda dapatkan. Apalagi jika dibantu dengan suplemen yang bisa meningkatkan sistem imun. Tubuh anda akan kuat tidak mudah terserang penyakit.

2. Kesehatan mental
Saat ini seseorang mudah terserang stres. Dengan adanya virus yang terus berkembeng di sekitar kita. Perekonomian yang belum bangkit sempurna, membuat beban mental bagi sebagian masyarakat.
Ini akan berdampak buruk untuk kesehatan jiwanya, bahkan di beberapa Negara angka bunuh diri semakin meningkat karena stres yang tinggi. Bersepeda bisa menjadi alternative menghilangkan stres. 
Dengan bersepeda anda akan fokus pada jalan yang di lalui. Kewaspadaan akan keadaan sekitar agar sepeda dapat meluncur dengan selamat, tanpa menimbulkan kecelakaan. Fokus mengatur nafas dan kayuhan agar sepeda dapat terus meluncur sampai di tempat tujuan.
Rasa bahagia dan senang yang dirasakan saat mengayuh sepeda dapat menurunkan hormon stres yang muncul. Akhirnya sistem dalam tubuh, dapat bekerja dengan maksimal. Sehingga mampu mencegah bahaya penyakit, termasuk corona.


3. Physical distancing
Pengguna sepeda sebagai alat transportasi, jelas telah melakukan physical distancing. Saat bersepeda anda harus mengatur jarak dengan pengendara lainnya. Jarak ini lebih dari satu meter.
Yang perlu diperhatikan adalah pada saat istirahat. Anda dan para pengendara lainnya, haruslah tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Biasakan membawa bekal masing-masing. Ini bisa menjadi sarana bermain bersama teman tetapi tetap dalam posisi jaga jarak.
Selain itu sepeda yang tidak menggunakan mesin menjadi kendaraan yang ramah lingkungan. Semakin banyak pengguna kendaraan bermotor yang beralih bersepeda dalam kegiatan sehari-hari. Berarti mengurangi polusi udara.
Udara yang bersih bisa kita miliki lagi, sehingga bisa membuat tubuh sehat. Badan yang sehat mampu melawan semua bibit penyakit. Ini akan mengurangi jumlah orang yang terjangkit corona dan penyakit lainnya. 

4. Ekonomi 
Saat ini banyak pengusaha yang harus memberhentikan karyawannya. Hal ini karena produksi yang terhenti akibat tidak adanya pemasaran. Keadaan ini memberatkan tidak hanya bagi para pekerja tetapi juga pengusaha. 
Dengan banyaknya pengguna sepeda akan kembali menggiatkan sektor ekonomi. Para penggemar sepeda tidak hanya membutuhkan sepeda untuk dikendarai tetapi juga berbagai accessories pendamping.
Anak bangsa yang terbukti memiliki kreativitas tinggi mampu membuat berbagai accessories yang dibutuhkan para pengendara sepeda. Mulai dari helm, outfit, masker, kaca mata dan accessories lainnya.
Sektor ini akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak. Ini bisa menjadi salah satu solusi dari banyaknya PHK saat ini. Maka sudah sepantasnya kebiasaan baik ini didukung oleh pemerintah.

Bersepeda ternyata banyak memberikan manfaat bagi pengendara dan sektor industri. Sudah seharusnya olah raga luar ruangan ini mendapatkan perhatian dari semua pihak. Kurangnya sarana jalan yang ramah sepeda kadang menjadi hambatan bagi pengendara sepeda. 
Animo masyarakat untuk berolah raga dan rekreasi yang murah serta ramah lingkungan, sebaiknya mendapat perhatian pemerintah dengan memberi sarana yang layak. Kesehatan dan perekonomian yang baik bisa didapatkan dari ramainya pengguna sepeda.
Ternyata berbagi dampak buruk akibat pandemi yang belum berakhir, bisa sedikit teratasi dengan aktivitas sederhana yang dilakukan masyarakat secara bersama-sama. Jadi, kenapa harus dihentikan dengan berbagai ketentuan? 

Hati-hati di jalan, taati peraturan lalulintas. Selamat bersepeda.



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar