Peradaban Baru Bernama New Normal

By idarahman.com - June 01, 2020



Pandemic Covid 19 yang melanda dunia, tidak hanya menyebabkan banyak jiwa melayang. Wabah ini juga turut mengguncang semua sisi kehidupan manusia. Bencana ini telah merubah semuanya.
Dampak yang sangat besar dirasakan pada bidang kesehatan dan ekonomi. Banyak pasien dengan penyakit lain seperti terabaikan, karena perhatian dan tenaga dicurahkan untuk menghentikan virus mematikan ini.
Gelombang PHK terus terjadi karena pengusaha tak sanggup lagi membayar gaji, membuat kehidupan semakin sulit. Parahnya lagi, wabah ini belum jelas kapan akan berakhir. Kita harus hidup berdampingan dengan musuh yang tidak terlihat. 
Saat ini, kita memasuki babak baru kehidupan yang disebut dengan New Normal. Ini sebuah langkah yang harus di lakukan agar kita dapat beraktivitas ditengah bahaya virus yang masih ada di sekitar kita.
New normal atau disebut juga dengan kelaziman baru adalah sebuah kebijakkan yang harus diambil oleh banyak Negara. Untuk mengatasi semua permasalahan sebagai dampak dari pandemi Corona.
Awalnya, istilah ini digunakan pada bidang ekonomi. Sebuah langkah penyesuaian yang dilakukan dalam menghadapi krisis ekonomi yang pernah terjadi (Wikipedia). Selanjutnya istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu hal yang dahulu tidak biasa dilakukan, saat ini dianggap normal.




Hal ini harus dilakukan agar kehidupan dapat berjalan seperti seharusnya. Sektor industri mulai dapat beroprasi kembali. Roda ekonomi yang kembali berputar akan menyerap tenaga kerja yang telah terputus penghasilannya. 
Sektor pendidikan dapat berjalan kembali, walaupun selama ini masih berjalan melalui kelas daring. Tetapi tidak dapat dipungkiri, ada beberapa ilmu terapan yang memerlukan praktek langsung, tidak bisa dipelajari melalui media online.
Semua orang harus mau mengikuti perubahan ini. Jika tidak, pencegahan penularan ditengah aktivitas akan gagal. Penderita covid 19 akan kembali meningkat ini akan menjadi masalah kesehatan yang berat.
Saat tenaga medis dan fasilitas yang tersedia sangat terbatas jumlahnya. Semua Negara tidak akan sanggup menghadapi gelombang penderita covid yang tinggi, jika penularan tidak dihentikan. 
Semua makhluk di bumi ini harus berpartisipasi untuk menjalankan New normal. Jika tidak, kita terpaksa harus terus berdiam diri dirumah, agar jumlah pasien covid 19 tidak bertambah. Ini akan membuat ekonomi semakin terpuruk.
Kita harus membiasakan diri menjalankan kebiasaan menggunakan masker ditempat umum. Melanjutkan kebiasaan hidup sehat, bersih dengan rajin mencuci tangan, rutin membersihkan benda-benda disekitar kita serta menghindari kerumunan untuk menjaga jarak.
Pelbagai kebiasaan baru dan protocol baru akan diberlakukan di berbagai tempat. Perusahan harus bisa mempersiapkan ruangan kerja yang sesuai. Sekolah mencari cara agar semua kurikulum baik teori maupun praktek dapat diterima peserta didik.
Tempat berbelanja seperti supermarket dan toko mencari solusi agar konsumen terlayani tetapi tetap menjalani protocol covid 19. Tempat hiburan serta restoran membuat system baru agar tidak bertentangan dengan protocol covid 19.
Resepsi atau hajatan yang diadakan, diatur agar tamu tidak menumpuk pada satu waktu sehingga acara bisa terselenggara dengan aman dan lancar. Baik untuk penyelenggara dan bagi tamu yang datang.




Saat ini hal itu sudah mulai dijalankan. Tempat yang memerlukan antrian panjang kini sudah menggunakan sistem antrian online. Pada nomor pendaftaran telah tertulis waktu yang ditentukan untuk mendapatkan pelayanan.
Jika anda datang di luar waktu yang telah ditentukan maka besar kemungkinan tidak akan dilayani. Hal ini mendidik kita untuk lebih menghargai waktu, budaya “jam karet” yang sudah tertanam sejak dulu harus bisa dihilangkan.
Wabah ini memang mengerikan, tetapi ia juga memaksa kita merubah kebiasaan buruk yang tidak kita sadari sudah tertanam sejak dulu.  Pilihan ada ditangan kita, apakah akan merubah kebiasaan atau kembali hidup terkurung.


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar