Covid 19, Herd Imunity dan Kantung Mayat

By idarahman.com - April 08, 2020



Wabah virus Covid 19 seakan tidak ada habisnya di Negara kita. Dari hari ke hari jumlah penderitanya makin meningkat, tidak adakah cara untuk mengehentikan virus yang mematikan ini?
Tentu itu menjadi pertanyaan saya, kamu dan kita semua. Semua pihak ingin agar wabah mematikan ini cepat selesai. Wabah yang telah mengganggu semua bidang, baik itu perekonomian, industri dan bidang lainnya.
Sebenarnya pemerintah telah memberikan arahan agar terhindar dari infeksi Covid 19. Mulai dari himbauan mencuci tangan dengan benar, menghindari menyentuh wajah, menjaga jarak atau sosial distansing.
Pemakaian masker, pada awalnya WHO menganjurkan hanya untuk yang sakit. Melihat perkembangan virus yang semakin meluas maka himbauan untuk menggunkan masker berlaku untuk setiap individu, baik sakit atau tidak.
Tetapi sayangnya masih banyak yang tidak perduli dengan anjuran pemerintah untuk mencegah terjangkit virus ini. Aktivitas sehari-hari dilakukan seperti biasa, entah karena terpaksa atau karena ketidak perduliannya.



Kita semua mengetahui belum ada obat dan vaksin umtuk virus yang satu ini, kekebalan tubuh menjadi harapan satu-satunya. Jika memang itu pilihan yang ada maka kita harus bersiap menjalankan Herd Imunity.
Herd Imunity adalah sebuah kondisi dimana sekelompok individu kebal atau tahan terhadap suatu bibit penyakit. Kekebalan itu bisa diperoleh jika 60-80 % penduduk terpapar bibit penyakit tersebut.
Individu yang pernah terpapar akan membentuk anti body di dalam tubuhnya. baik melalui vaksinasi maupun sembuh dari penyakit. Imunitas dari individu yang kebal ini akan melindungi individu yang lemah.
Saat ini vaksinasi untuk covid 19 belum ditemukan, lalu siapkah kita untuk terpapar penyakit. Agar tercapai angka 60-80 % yang kebal, masing-masing individu tersebut harus terinfeksi terlebih dahulu dengan virus Covid 19.
Individu yang berhasil sembuh akan menjadi kebal dan tahan terhadap infeksi selanjutnya. Lalu bagaimana dengan yang tidak mampu melawan penyakit, seperti golongan usia tua atau mereka yang sudah memiliki penyakit kronis, haruskah kita korbankan? Bagaimana jika mereka keluarga kita.
Jika jumlah penduduk Indonesia saat ini 271 jiwa maka diperlukan sekitar 187 juta jiwa yang terinfeksi. Jika diperkirakan 10 % dari yang terinfeksi akan mengalami infeksi berat, maka kira-kira kita harus mempersiapkan 18,7 juta kantung mayat.
Siapakah kita berada dalam kelompok 18,7 juta ini? Jawabnya tentu tidak. Oleh karena itu putuslah rantai penularan Covid 19 ini, mulailah dari sendiri. Selamatkanlah orang-orang terdekat dari penularan.
Mulailah disiplin diri, disiplin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, disiplin tidak menyentuh muka, disiplin menjaga jarak, disiplin menjaga kesehatan dan disiplin saling mengingatkan.
Jika kita bergerak bersama, maka virus ini tidak bisa berkembang dan mencari tempat baru. Karena virus yang tidak menemukan tempat yang sesuai dalam 14 hari akan mati. Tidak bisakah kita bersabar menahan diri sebentar?
Pilihan ada pada kita, lalu kita akan memilih yang mana?


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar