Si Kecil Mengalami Henti Nafas Sementara? Mungkin ini Penyebabnya.

By idarahman.com - January 09, 2019



        Bunda Rini curhat, anak bungsunya yang masih berusia 2 tahun mendadak mengalami henti nafas saat menangis kencang, yang dikuti biru disekitar bibir dan kejang. Kejadian ini baru pertama kali dialami.

Mungkin di antara Bunda ada yang pernah mengalaminya, saat si kecil  menangis dengan penuh emosi tiba-tiba Ia berhenti bernafas dan terlihat seperti 'pingsan'. Tak lama kemudian, Ia bernafas kembali.

Mungkin saja saat itu, si Kecil sedang mengalami henti nafas sementara atau Breath Holding Spell Yaitu suatu keadaan henti nafas sementara, karena  kebutuhan oksigen yang meningkat saat emosi. Seperti ketika menangis, takut atau kaget. Hal ini tidak di sengaja oleh anak. Penyebab pastinya belum diketahui dan tidak berhubungan dengan kelainan otak. Diduda faktor genetik memegang peranan penting.

Serangan biasanya terjadi pada  bayi usia 6 bulan, dan mencapai puncaknya saat berusia 2 tahun, lalu menurun dan menghilang seiring bertambahnya usia. Serangan makin sering terjadi pada anak dengan anemia defisiensi zat besi.
.
Henti Nafas Sementara ini Ada 2 Tipe
1.Tipe Sianotik
Saat anak menangis kencang tiba-tiba anak diam/ pingsan, berhenti bernapas, kulit sekitar bibir berwarna biru atau keunguan. Diikuti kejang.

2. Tipe Pucat
Saat anak menangis wajah terlihat pucat, lemas, keluar keringat dingin, lalu mendadak diam/ pingsan, berhenti bernafas, diikuti kejang.

Pingsan terjadi karena kadar oksigen dalam darah turun, kadang diikuti henti jantung sementara.

Kejang terjadi karena otak mengalami kekurangan oksigen. Setelah suplay oksigen kembali normal kejang akan berhenti.

Bunda, gejala henti nafas sementara ini  dapat berupa :
1. Pingsan
2. Punggung melengkung
3. Badan  menjadi kaku
4. Mengalami kejang beberapa saat
5. Berkeringat
6. Ngompol

Henti nafas sementara ini dapat timbul sekali sehari, atau beberapa kali sehari. Hal ini bukanlah di sengaja dan tidak menyebabkan gangguan otak. Tidak ada obat khusus yang perlu diberikan. Kecuali jika si kecil terbukti mengalami anemia defisiensi besi, maka diperlukan tambahan suplemen yang mengandung besi.

Ini yang Perlu Bunda Lakukan Jika si Kecil Mengalami Henti Nafas Sementara.



1. Baringkan si Kecil pada posisi miring.
2. Letakkan pada tempat yang aman.
3. Kompres keningnya  dengan air dingin.
4. Henti nafas tidak lebih dari 1 menit, jika lebih segera cari bantuan medis.
5.Periksa mulut si Kecil, jangan sampai ada sisa makanan atau mainan yang dapat menyumbat saluran nafas.

Kebanyakan orang tua menjadi lebih memanjakan anak, karena takut kejadian ini berulang, sikap memanjakan bukan solusi tepat Bunda. Pencegahan dapat di lakukan dengan melatih anak menyalurkan emosinya, cukup istirahat dan membuat anak merasa aman dan nyaman.
Salam sehat Bunda



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar