Sepak Bola, Permainan yang Banyak Peminatnya di Indonesia. Kapan Tim Garuda Mendunia?

By idarahman.com - July 06, 2018


            



     



Demam piala dunia sedang melanda diseluruh dunia, euforia empat tahunan ini dirasakan juga di tanah air. Mulai dari hotel berbintang sampai dengan warung kecil mengadakan nonton bereng, para penontonya pun tak pernah sepi, saling berteriak menjagokan tim kesayangannya.

    Sepak bola memang sudah menjadi olah raga yang digemari di tanah air, mulai dari kalangan atas sampai rakyat biasa, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Olah raga yang satu ini bukan lagi menjadi milik kaum pria, banyak kaum wanita yang menjadi fans fanatik olah raga ini.


    Termasuk aku, walaupun bukan fans fanatik dan tidak bisa bermain bola, aku sangat suka menonton pertandingan bola. Entah sejak kapan aku menyukai pertandingan ini, seingatku karena sering menemani suami menonton pertandingan bola, akupun jadi menyukainya. Sensasi oper-operan bola yang kadang berakhir dengan gol dan kadang tidak, memberikan kesenangan tersendiri.


    Dalam moment piala dunia ini akupun ikut terkena demam sepak bola, meskipun tim favoritku tidak berhasil masuk seleksi piala dunia, tidak mengurangi minatku untuk menonton pertandingan demi pertandingan. Karena bagiku setiap pertandingan yang sportif itu menyenangkan menontonnya. Saling adu strategi dan kemampuan membuat pertandingan ini menarik, kalah menang bagiku bukan hal yang utama tapi perjuangan para pemainnya yang membuat pertandingan ini menarik.


    Setiap pertandingan akan dimulai selalu di kumandangkan lagu kebangsaan negara yang bertanding, entah kenapa aku merasa sedih. Kapan Indonesia Raya ku berkumandang disana? Kapan tim Garuda ku bisa ikut bertanding di piala dunia


    Miris jika mengingat olah raga yang banyak di minati di negara ini, yang bisa kita lakukan hanya sebagai penonton. Banyak sekolah sepak bola didirikan mulai dari kampung kecil sampai kota besar dimana bibit muda mulai dilatih, lalu berkompetisi dari tingkat kampung sampai nasional, tapi belum bisa membawa tim garuda ke dunia internasional apa yang salah? Adanya pengurus sepak bola mulai dari desa sampai ke pusat tidak bisa menghasilkan permainan yang bisa di banggakan di tingkat internasional, apa yang salah? Banyaknya sponsor yang rela menguras kocek agar sebuah kompetisi bisa terlaksana, tidak bisa juga membuat bangsa ini mampu mencatatkan namanya di dunia, apa yang salah?


    Kebiasaan bangsa ini yang masih senang dengan produk asing merambah juga ke dunia sepak bola tanah air, banyaknya pemain asing yang kita lihat bermain di kompetisi bergengsi bukan hal yang membanggakan. Bahkan banyaknya pemain asing yang mengalami proses naturalisasi semoga bukan karena kurangnya pemain berpotensi di negri ini.



Untuk mencetak bibit-bibit muda di sekolah sepak bola, sejak 9 november 2017 PSSI meluncurkan buku kurikulum pembinaan sepak bola Indonesia. Diharapkan tumbuh bibit-bibit muda berkwalitas sehingga kedepannya kita tidak harus selalu mengambil pemain asing untuk membela tim Indonesia.



    Setelah mempertontonkan carut marut dikepengurusan sepak bola tanah air, kini kita dapat bernapas lega. Saat ini sudah ada kepengurusan baru yang diketuai bapak Edy Rahmayadi untuk periode 2016-2020, diharapkan kepengurusan ini bisa menghasilkan kebijakkan yang baik untuk sepak bola tanah air.


    Semoga semua ini bisa menciptakan iklim sepak bola yang lebih baik lagi. Ini hanya pemikiran emak-emak yang doyan nonton bola. Yang berharap suatu saat entah kapan, tim Garuda ku mampu bertanding di dunia internasional dan mencatatkan sejarah yang lain dari hari ini, semoga.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar